Contoh soal psikometri online dating

Posted by / 20-Sep-2017 03:50

Contoh soal psikometri online dating

Varians eror pada populasi yg dikenai tes adalah sama besar σe 2 = σe’ 2.3. Dua tes disebut Equivalen jika besarnya perbedaan skor murni setiap individu pada kedua tes tersebut selalu tetap.Contoh: Jika setiap orang yg dites di Impresi IAIN memperoleh skor 80, kemudian di tes di UNAIR pasti memperoleh skor 100, maka kedua tes disebut Ekuivalen.g.EVALUASIa) Evaluasi adalah kegiatan membandingkan antara hasil ukur dengan satu norma atau suatu kreteria.Ssebagai contoh, seorang psikologi tidak bisa mengatakan bahwa skor 70 yang diperoleh leely (6 taun) pada tes BINET adalah tergolong baik atau buruk, sebelum psikolog tersebut membandingkan dengan norma yang ada.TEORI TES KLASIK VS IRT• Banyak item u/ ungkap 1 kemampuan.• E diukur dari banyaknya skor• Semakin banyak soal & semakin lama tes semakin baik.• Bias tidaknya item tergantung pada sampel representatif.• Skor tes akan berguna jika dibandingkan dengan 1 kelompok representatif (norma ditentukan oleh 1 kelmpok representatif).• Sifat skala interval bisa diperoleh dg adanya distribusi normal (Data harus terdistribusi secara normal).• Item campuran bisa menyebabkan ketidak seimbangan dlam skor tes.• Perubahan skor tidak bisa dibandingkan jika skor awalnya tidak sama.• Fitur-fitur stimulus tidak perlu dibandingkan secara langsung dengan psikometri7.TEORI TES MODEREN (IRT)1 item mengukur 1 kemampuan.2 E berlaku hanya u/ 1 skor.3 Semakin cepat tes semakin baik.4 U/ mengetahui bias tidaknya item tidak harus dengan sample representatif.5 Skor tes akan berguna jika dibandingkan dengan itemnya.6 Sifat skala interval bisa disesuaikan. SS--------STS7 Format item campuran dapat menghasilkan skor optimal.8 Bisa9 Fitur-fitur stimulus dapat dibandingkan secara langsung dengan psikometri. Pada teori IRT kita dapat mengetahui mana alternatif jawaban yg efektif dan mana yg tidak. FUNGSI RELIABILITAS• Sejauh mana hasil pengukuran dengan instrument tersebut dapat di percaya.• Proporsi variabilitas skor tes yg disebabkan oleh perbedaan yg sebenarnya diantara individu.1.ASUMSI 5: ρ E1 T2 = 0Jika ada dua tes yang mengukur atribut yg sama, maka skor E pada tes 1 tidak berkorelasi dengan skor T pada tes 2, kecuali bila salah satu tes mengukur aspek yg berpengruh thdp terjadinya eror.ASUMSI 5 INI MEMUNCULKAN KONSEP TES PARAREL DAN EKUIVALENf.

JENIS DATAa) Skala nominal: adalah skala yang bersifat sebagai pembeda atau menunjukkan suatu karakteristik.b) Skala ordinal: adalah adanya perbedaan jenjang. Adanya perjenjangan dan jakarta antara jenjang diasumsikan sama.b. Tidak dimungkinkan adanya perkalian atau pembagian.d) skala rasio:a. Variabel adalah konsep yang diberi lebih dari satu nilai (Singarimbun, 1989).PENGUKURANPengukuran adalah prosedur kuantifikasi terhadap atribut atau variabel dengan aturaaturan tertentu sepanjang suatu kontinum Cara pengadministrasian alat ukur, siksp tester terhadap subjek (teste) yang dikenai pengukuran, mudel skala yang digunakan dalam pensekoran (apakah model lekert: sangat setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju, atau menggunakan model thurstone)2.KARAKTERISTIK PENGUKURANa) Pembanding antara antara atribut yang di ukur dengan alat ukurnya.ASUMSI 7 TES EQUIVALENDua tes disebut Equivalen jika besarnya perbedaan skor murni setiap individu pada kedua tes tersebut selalu tetap.Contoh: Jika setiap orang yg dites di Impresi IAIN memperoleh skor 80, kemudian di tes di UNAIR pasti memperoleh skor 100, maka kedua tes disebut Ekuivalen.1. Unidimensionslity : satu aitem mengukur satu kemampuan.

contoh soal psikometri online dating-11contoh soal psikometri online dating-20contoh soal psikometri online dating-4